Sunday, August 7, 2011

Market Review 8 Agustus 2011

Pergerakan bursa IHSG pada hari Jumat 5 Agustus 2011 termasuk mengejutkan. Hal tersebut terjadi karena adanya kekhawatiran global akan ekonomi Amerika dan ekonomi Eropa.

Rating Debt Amerika pun di downgrade dari AAA menjadi AA+ oleh S&P500. Indeks Dow Jones tutup menguat tipis sebesar 0.54% setelah sehari sebelumnya turun sebesar 4.31%.

Pada hari itu pula pengumuman mengenai angka pengangguran juga keluar. Angka ini menunjukkan penurunan ke angka 9.1%. Ada sebanyak 110,000 orang Amrik yang mendapatkan pekerjaan, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika sedang melakukan ekspansi.

Berdasarkan teori, ekonomi suatu negara menunjukkan resesi apabila angka pengangguran terus meningkat. Melihat angka pengangguran yang membaik ke angka 9.1% dan jumlah permintaan akan tenaga kerja yang meningkat, ketakutan akan resesi kedua sepertinya cukup berlebihan.

Lalu mengapa indeks global termasuk IHSG mengalami penurunan yang cukup dalam? Ya karena ekspektasi pasar akan dunia keuangan akan terombang-ambing dengan jatuhnya Amerika. Begitu juga dengan sistem finansial Eropa yang cukup terombang-ambing. Itali menjadi salah satu Negara yang terancam mengalami kebangkrutan. Tetapi Itali menyanggah akan kebangkrutan tersebut dan berkata sudah memiliki solusinya.

Kembali ke IHSG, penurunan yang terjadi pada hari Jumat dapat dibilang masih wajar, melihat kenaikan yang sangat tajam selama beberapa pekan belakangan ini. IHSG sempat menuju support 3920 lalu menuju support 3850 pada hari itu. Pada akhirnya IHSG tutup pada angka 3921. Mayoritas saham ditutup melemah di atas 5%.

Berdasarkan chart harian, mayoritas saham mendapatkan sinyal jual, entah itu dari bentuk candle yang sangat jelek, indicator yang tidak mendukung, mau pun patah ny uptrend line. Tetapi menilik chart mingguan, tidak semua saham mendapatkan sinyal jual.

Untuk trading saham, inilah saatnya memilih saham-saham yang masih berada di dalam area uptrend. Tetapi, trader juga mesti melihat keadaan regional yang kurang mendukung. Oleh karena itu, ada baiknya porsi untuk trading dikurangi terlebih dahulu sampai kondisi kembali normal.

Untuk investasi saham, harga-harga saham sudah terdiskon pada hari Jumat lalu. Tetapi sepertinya, diskon tersebut tidak menutup akan mahal nya mayoritas saham di Indonesia. Hanya beberapa saham saja yang masih terbilang murah. Ada baiknya untuk melakukan valuasi terlebih dahulu sebelum menginvestasikan uang di saham. Atau apabila ingin berinvestasi selama dua sampai lima tahun, pilihlah saham berbasis konsumen.

No comments:

Post a Comment