Wednesday, July 27, 2011

4 Sektor Ekonomi RI Rentan Kena Imbas Krisis AS & Eropa

Jakarta - Pemerintah mewaspadai dampak ekonomi global yang memburuk terhadap perekonomian Indonesia melalui empat jalur ekonomi yaitu perdagangan internasional, transaksi keuangan, investasi langsung, dan pariwisata.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan ada beberapa kondisi ekonomi global yang patut diwaspadai, antara lain potensi gagal bayar utang di AS, perluasan krisis utang di kawasan Eropa, dan ancaman pemanasan ekonomi (overheating) di China. Semua itu bisa menimbulkan kepanikan dan ketidakpastian ekonomi dunia, yang dampaknya bisa berdampak ke Indonesia melalui empat mekanisme transmisi.

"Pertama, perdagangan internasional atau ekspor-impor. Kedua, bisa dari transaksi keuangan. Ketiga, investasi langsung oleh asing (Foreign Direct Investment /FDI). Keempat, jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (27/7/2011)

Bambang menilai pemburukan ekonomi global sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Kendati demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga dengan menyiapkan sejumlah langkah untuk menangkalnya.

"Dapat disimpulkan belum ada dampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, tapi tetap patut diwaspadai," ujarnya.

Bambang menyatakan hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara kawasan Eropa, terutama Yunani, Portugal, Spanyol, dan Itali, di bawah 1% dari total ekspor nasional, sehingga diyakini dampak krisis utang di kawasan tersebut tidak akan besar.

Demikian pula dari sisi transaksi keuangan, porsi sektor jasa keuangan dari kawasan Eropa hanya sekitar 10% dari PDB nasional.

Sementara untuk FDI, Bambang mengatakan porsi investasi pemodal Eropa di Indonesia di bawah 2% dari PDB. Demikian pula pariwisata, jumlah wisatawan Eropa yang datang ke Indonesia tidak sebesar jumlah turis dari kawasan lain.

“Jadi sekalipun ada dampak, minimal, kalau Eropa bergejolak," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment